Kamis, 11 November 2021

CERPEN - Mimpi Seorang Gadis Kecil


Cerita Pendek

Judul : Mimpi Seorang Gadis Kecil

 

·       Abstraksi

Pikirannya sangat kacau. Setelah mendengar perkataan temannya, dia tidak bisa untuk menahan air matanya agar tidak jatuh dari tempat seharusnya ia berada. Terkadang dia berpikir bahwa Tuhan tidak adil karena menciptakannya dengan kondisi seperti ini. Namun, dia selalu meyakinkan diri sendiri bahwa Tuhan memilih dirinya untuk diciptakan dengan keistimewaan yang dia miliki karena Tuhan percaya bahwa dirinya lah yang dapat melalui semua rintangannya.

 

·       Orientasi

Dia adalah Luna, seorang gadis dengan sebuah keistimewaan yang Tuhan titipkan kepadanya; Luna adalah seorang tunawicara. Seorang gadis kecil yang memiliki mimpi untuk menjadi seorang fashion designer. Dia berasal dari keluarga sederhana. Karena kondisinya ini, di sekolah dia tidak memiliki banyak teman, namun dia memiliki dua teman baik yang sangat disyukuri kehadirannya karena membuatnya tidak lagi merasa kesepian. Mereka adalah Bela dan Dhira. Mereka sangat menyayangi Luna tanpa memedulikan kekurangan yang dimiliki, dan dia sangat bahagia akan hal itu.

 

·       Komplikasi

Suatu hari, Bela dan Dhira mengajak Luna untuk bergabung dalam sebuah panggilan video yang berisikan mereka bertiga. Di sana, mereka menceritakan segala sesuatu yang mereka alami, dengan Luna yang menyimak pembicaraan kedua temannya disertai senyum lebar yang tidak luntur dari sudut bibirnya. Hingga suatu ketika, Dhira mengucapkan sebuah kalimat yang kurang mengenakkan untuk di dengar. “Lun, melihat kondisimu yang seperti ini, menurutku kamu nggak akan sukses di masa depan, hihihi bercanda,” ujar Dhira dalam panggilan video tersebut. Mendengar itu, Bela dan Luna terkejut akan apa yang dikatakan oleh Dhira. Namun Bela dengan cepat merubah ekspresi terkejutnya karena berpikir bahwa yang diucapkan Dhira hanyalah sebuah lelucon biasa. Berbeda dengan Bela, senyum manis di sudut bibir Luna luntur seketika, hatinya sangat sakit. Ia yang tidak bisa lagi menahan air mata lantas meninggalkan obrolan video tersebut; tidak mau kedua temannya melihat ia sedang menangis. Tidak bisa dipungkiri, hati Luna bagai tertusuk ribuan jarum di waktu bersamaan mengingat bahwasannya teman dekatnya sendiri yang mengatakan hal tersebut kepadanya.

 

·       Evaluasi

Dengan pikiran kacau, Luna menyimpulkan sesuatu; bahwa yang dikatakan oleh Dhira ada benarnya. Saat itu, ingin rasanya Luna menghakimi Sang Pencipta, mengajukan protes kepada-Nya mengapa ia diciptakan dengan kekurangan, sedangkan temannya memiliki apa yang tidak dia miliki. Namun apa daya, dia tidak bisa. Yang bisa ia lakukan hanyalah menyemangati dirinya untuk terus melangkah ke depan.

 

·       Resolusi

Sejak hari ini, Luna terus memfokuskan dirinya untuk mengasah kemampuannya menjadi seorang designer. Hingga pada akhirnya ia berhasil menggapai mimpinya itu, bahkan saat usianya masih sangat muda. Luna berhasil menjadi seorang designer muda yang hebat. Tidak jarang pula ia menghadiri pameran-pameran busana serta diundang untuk mengisi seminar mengenai fashion. Walaupun dengan kekurangannya, Luna tidak lagi mempermasalahkan itu, ia menggunakan bahasa isyarat dalam menyampaikan seminarnya serta saat berinteraksi dengan banyak orang. Justru karena itu dia lebih dikenal oleh banyak orang. Kekurangan yang ia miliki bukan lagi sebuah kekurangan, namun kelebihan. Luna; seorang tunawicara dengan karya yang luar biasa.


·       Koda

Luna menjadikan kalimat yang dilontarkan oleh Dhira sebagai motivasi untuknya agar terus melangkah ke depan. Ia ingin membuktikan kepada semua orang bahwa kekurangannya tidak menghalanginya untuk menggapai cita-cita yang ia impikan sejak kecil. Dengan ini, Luna sangat berterima kasih kepada Tuhan karena telah mempercayainya bahwa ia bisa melalui semua ini, dan telah menunjukkan Luna bagaimana cara untuk menggapai mimpinya dengan cara yang sangat unik. Luna bangga menjadi dirinya sendiri.

Sabtu, 21 Agustus 2021

Teks Eksposisi mengenai Hari Kemerdekaan

 

Tesis

Pembacaan teks proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan bentuk akan kebebasan negara Indonesia dari penjajahan 426 tahun silam. Sikap nasionalisme dan patriotisme menjadi dasar akan kemerdekaan yang diperoleh oleh Bangsa Indonesia. Maka dari itu, sudah seharusnya para pemuda menanamkan rasa cinta kepada tanah air serta rasa rela berkorban yang tinggi.

 

Argumentasi

Untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh warga Indonesia wajib ikut serta dalam upacara bendera yang dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus setiap tahun nya. Namun, belakangan ini sikap nasionalisme dan patriotisme di kalangan para pemuda mulai pudar. Hal ini terbukti pada saat upacara peringatan hari kemerdekaan berlangsung, tidak sedikit dari mereka yang mengikuti upacara tersebut dengan tidak dipenuhi keseriusan, sehingga upacara yang berlangsung sedikit kurang khidmat. Walaupun tidak sedikit pula yang mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh sungguh, namun oknum dengan kesadaran diri yang rendah terlihat seakan menyepelekan upacara tersebut. Padahal, dengan mengikuti upacara bendera selain sebagai memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, juga sebagai rasa menghormati serta menghargai jasa para pahlawan di masa lampau.

 

Penegasan ulang

Maka dari itu, alangkah baiknya kita menanamkan sikap nasionalisme dan patriotisme yang lebih tinggi lagi, dimulai dari diri kita sendiri. Rasa cinta kepada tanah air dapat diwujudkan mulai dari hal yang sederhana, yaitu dengan menghormati bendera merah putih dan dengan mengikuti upacara peringatan hari kemerdekaan dengan penuh kekhidmatan.

CERPEN - Mimpi Seorang Gadis Kecil

Cerita Pendek Judul : Mimpi Seorang Gadis Kecil   ·         Abstraksi Pikirannya sangat kacau. Setelah mendengar perkataan  temann...